Pertemuan Kelima Asosiatif: prasyarat analisis, pengujian hipotesis asosiatif parametrik, dan non-parametrik yang relevan
Judul Artikel: PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SLOW LEARNER
Link artikel : http://journal2.um.ac.id/index.php/jppplb/article/view/4315/2380
1. Analisis Novelty
Pada artikel ini tidak ada novelty, tapi dijelaskan bagaimana untuk mengatasi kelambanan belajar siswa. Kebanyakan siswa slow learner mengalami kesulitan yang berarti ketika mereka menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak. Sehingga, siswa tidak bisa berimajinasi dan membayangkan suatu materi pelajaran. Tujuan artikel ini untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa slow learner sebelum dan sesudah menggunakan media animasi. Dan pengaruh penggunaan media animasi kepada siswa slow learner.
2. Analisis Statistika
pada artikel ini menggunakan statistik non-parametris dengan jenis data ordinal dalam bentuk hipotesis asosiatif. berikut statistik ujinya:
Pada pengujian hipotesis untuk satu sisi H0 diterima bila Z ≤ 1,64 dan H0 ditolak bila Z ≥ 1,64. Sedangkan pada pengujian hipotesis untuk dua sisi H0 diterima bila (-) 1,96 ≤ Z ≤ 1,96 dan H0 ditolak bila Z > 1,96 atau Z > (-) 1,96.
Hasilnya pada pengujian hipotesis yang diselesaikan dengan menggunakan rumus uji tanda (sign test) menghasilkan nilai Z = 2,29. Jika diinterpretasikan menurut kriteria pengujian hipotesis satu sisi, nilai Z 2,29 ≥ 1,64 artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Pada criteria pengujian hipotesis untuk dua sisi nilai Z 2,29 ≥ 1,96 menghasilkan H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat diketahui dari adanya peningkatan hasil belajar dan hasil pengujian hipotesis mengakibatkan ada pengaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar IPA siswa slow learner kelas V di SD Brawijaya Smart School Malang.
Maria Ulfa Agustin_220321802370_Offering B

Comments
Post a Comment