Asesmen Miskonsepsi Fisika
Analisis Novelty:
Wahyuningsih (2013: 1) telah melakukan penelitian dengan
judul “Pembuatan Instrumen Tes Diagnostik Fisika SMA Kelas
XI”, menyimpulkan bahwa instrumen tes diagnostik untuk
mengungkap miskonsepsi materi Fluida dan Teori Kinetik Gas
dengan dua tipe soal yaitu A dan B. Bentuk soal pilihan ganda
dengan alasan terbuka dengan jumlah soal masing-masing tipe
adalah 33 butir soal. Uji coba I dilakukan pada siswa kelompok
kecil dengan jumlah responden sebanyak 35 siswa diperoleh
nilai reliabilitas cukup, yaitu 0,41. Artinya, instrumen tersebut
tingkat keajegan dalam mengungkap miskonsepsi siswa adalah
cukup. Uji coba II yang dilakukan pada siswa kelompok besar
dengan jumlah responden sebanyak 77 siswa dihasilkan nilai
reliabilitas cukup, yaitu 0,611 untuk soal tipe A dan 0,6 untuk
soal tipe B. Artinya, instrumen tersebut tingkat keajegan dalam
mengungkap miskonsepsi siswa adalah cukup.
Berdasarkan penjelasan dan hasil penelitian di atas, maka
dilakukan penelitian dengan judul “Penyusunan Instrumen Tes
Diagnostik Miskonsepsi Fisika SMA Kelas XI Pada Materi
Usaha dan Energi”. Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah bagaimana menyusun instrumen tes diagnostik yang
dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi dalam
pembelajaran Fisika siswa kelas XI SMA pada materi Usaha
dan Energi.
Anilisis Kritis:
Dalam penyusunan instrumen tes diagnostik Fisika materi Usaha dan Energi, digunakan model pengembangan 4D yang
terdiri dari: (1) tahap Define meliputi analisis standar isi , (2) tahap design meliputi penyusunan kisi-kisi, (3) tahap develop meliputi
penyusunan instrumen tes diagnostik dan uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu Uji Coba I yang
melibatkan 27 siswa dan Uji Coba II yang melibatkan 51 siswa. Penelitian melibatkan ahli bidang studi Fisika dan siswa SMA Negeri 7
Surakarta, dan (4) Disseminate. Dalam penelitian ini dibatasi sampai tahap Develop.
Berdasarkan analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa instrumen tes diagnostik yang telah disusun sesuai dengan
kompetensi dasar yang telah ditentukan. Instrumen tes diagnostik yang disusun mampu mengklasifikasikan tingkat pemahaman siswa.
Tingkat pemahaman siswa dibedakan menjadi tiga yaitu memahami, miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Siswa yang mengalami
miskonsepsi terdapat pada hubungan usaha dan energi dengan jumlah prosentase sebesar 50.98 %, siswa yang memahami terdapat pada
konsep daya dengan jumlah prosentase sebesar 52.92 %, dan siswa yang tidak tahu konsep terdapat pada konsep konsep penerapan
hukum kekekalan energi dengan jumlah prosentase 45.10 %. Berdasarkan persentase pemahaman konsep tersebut dapat dikatakan bahwa
instrumen soal telah memenuhi kriteria tes yang baik yaitu valid, relevan, spesifik, representatif, seimbang, sensitif, fair, dan efisien.
Nilai reliabilitas instrumen tes diagnostik sebesar 0. 426238 yang berarti bahwa tingkat keajegan soal dalam mengungkap miskonsepsi
sudah cukup.
Comments
Post a Comment